Enter your keyword

CCS DI INDONESIA

CCS DI Indonesia

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan lapangan gas baru di Indonesia adalah kandungan CO2 yang tinggi dalam gas alam. Setelah melakukan studi analisis dampak lingkungan, beberapa lapangan gas dapat dikembangkan dengan mengeluarkan CO2 yang dipisahkan. Namun, penanganan ini kemungkinan besar tidak akan diterapkan lagi di masa depan karena pertimbangan lingkungan, sehingga penerapan CCS (Carbon Capture and Storage) dan CCS-EOR (Enhanced Oil Recovery) harus dipercepat untuk mengembangkan lapangan gas di Indonesia. Sebagai contoh, Natuna D-Alpha, yang merupakan lapangan gas terbesar di Indonesia, memiliki kandungan CO2 sekitar 72%. Ketidakmampuan mengembangkan teknologi pemisahan CO2 yang ekonomis telah menghambat pengembangan lapangan ini selama puluhan tahun, sehingga diperlukan perhatian dan upaya ekstra untuk menemukan solusi yang bijaksana. Upaya ini tidak hanya terkait dengan teknologi penyimpanan CO2 di bawah permukaan tanah, tetapi juga bagaimana menangkap CO2 dari gas mentah.

National commitment to reduce GHG

Selama Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP-21) di Paris pada tahun 2015, Presiden Republik Indonesia menyatakan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 29%, yang terutama dicapai melalui reboisasi, dan komitmen tersebut dapat ditingkatkan hingga 41% melalui dukungan internasional. Sesuai dengan komitmen tersebut, Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan apa yang disebut sebagai Vision of Energy Supply and Demand pada tahun 2025, di mana 32% dari konsumsi energi Indonesia pada tahun 2025 (sekitar 3,2 MMBOE) akan dipasok dari batu bara, 20% dari minyak bumi, 23% dari gas, dan 25% dari energi terbarukan. Sebagai perbandingan, konsumsi energi Indonesia saat ini sekitar 1.2 MMBOE, di mana kontribusi terbesar berasal dari minyak bumi (43%). Untuk mewujudkan visi ini, sangat penting bagi Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan gas di masa depan.

Carbon Capture and Storage (CCS) semakin mendapat perhatian sebagai solusi pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) yang terus meningkat. Di Indonesia, upaya untuk menahan CO2 melalui CCS sejalan dengan komitmen nasional untuk mengurangi emisi CO2. Dalam Rencana Aksi Nasional Indonesia tentang Perubahan Iklim, yang disahkan melalui Peraturan Presiden No. 61 pada tahun 2011, Indonesia mengakui bahwa CCS dapat berkontribusi hingga 40% dari target pengurangan emisi sektor energi. Namun, meskipun memiliki potensi tersebut, upaya untuk menguji coba dan mendemonstrasikan teknologi CCS di Indonesia masih terbatas.

Kapasitas penyimpanan CO2 yang signifikan di Indonesia

Basin in Indonesia
Basin storage capacity
Major sedimentary basin

Kami memanfaatkan kapasitas penyimpanan CO2 yang besar di Indonesia untuk menciptakan kredit karbon melalui proyek-proyek CCS inovatif, yang berkontribusi pada upaya pengurangan emisi global. Kapasitas penyimpanan CO2 yang signifikan di Indonesia dapat digunakan untuk menyimpan CO2 dari sumber-sumber di Indonesia atau kemungkinan penyimpanan CO2 lintas batas.