CAPTURE
Penelitian terkait penangkapan CO2 dan proses-proses terkait telah dilakukan oleh anggota yang berpartisipasi dalam Center of Excellence for CCS and CCUS ITB, yang meliputi:
- Pengembangan absorpsi pelarut (solvent absorption) untuk penangkapan CO2
Penyerapan CO2, terutama menggunakan pelarut amina, merupakan teknologi yang paling banyak digunakan dalam aplikasi pemisahan CO2 komersial. Penelitian yang dilakukan di bidang ini meliputi evaluasi kinerja pelarut (seperti kapasitas dan selektivitas pelarut), pengembangan pelarut baru, serta evaluasi degradasi pelarut. - Pengembangan teknologi berbasis membran untuk pemisahan CO2
Penangkapan karbon menggunakan teknologi berbasis membran memiliki keunggulan utama berupa biaya yang rendah, kebutuhan energi yang rendah, operasi yang fleksibel, dan modularitas. Membran selektif untuk penangkapan CO2 telah dikembangkan secara luas selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, masih banyak perbaikan yang diperlukan untuk mencapai kinerja tinggi dalam pemisahan gas menggunakan membran, yaitu menghasilkan laju CO2 yang tinggi, serta meningkatkan selektivitas dan ketahanan membran. Telah dilakukan upaya di bidang pengembangan membran untuk mencapai perbaikan membran tersebut. Salah satu opsi teknologi membran berbasis baru adalah kontak membran gas-cair. Teknologi ini memanfaatkan manfaat dari penyerapan gas konvensional dan pemisahan membran. Informasi lebih lanjut mengenai teknologi membran untuk pemisahan CO2 yang telah dikembangkan, seperti membran polysufonat dan kontak membran serat hampa, dapat ditemukan di tautan berikut. - Pengembangan proses adsorpsi untuk penangkapan CO2 dan H2S
Proses adsorpsi fisik telah mendapat perhatian yang signifikan sebagai alternatif dari metode yang paling banyak digunakan saat ini (penyerapan menggunakan pelarut amina). Salah satu contoh penelitian yang berfokus pada adsorpsi adalah pengembangan adsorben baru untuk pemisahan H2S dari gas alam. Adsorben ini (PIMIR B-1) berbasis oksida besi dan memiliki kinerja yang sangat baik (Paten Indonesia ID P 00230009).